Senin Pagi, hari itu badan saya terasa sangat pegal-pegal sekali.
Jangankan untuk Bangun mandi,untuk membuka matapun terasa sulit,
padahal saya sempat salat shubuh berjamaah
di masjid tempat biasa saya shalat,tapi entah berapa lama
setelah itu saya pun kembali ke tempat tidur
karena mata saya terasa tidak kuat lagi untuk bangun,
alhasil saya pun bangun kesiangan, padahal hari itu adalah hari senin,
hari dimana jadwal asistensi saya dilab cukup padat,
tapi yah bagaimana lagi dari pada dipaksakan,
dengan kondisi badan yang bisa dibilang tidak fit
akhirnya saya menghubungi teman dilab untuk memberitahukan kabar
bahwa saya tidak bisa ke lab pagi ini(bukan hari ini).

Hmm, entah salah informasi atau saya yang salah ketik,
ternyata ketika siang hari saya ke lab,
padahal masih pegel+pusing,
yah demi lab apa sih yang enggak(enggak gitu juga sih,
emang lagi mood z).
Sesampainya disana, sebuah kejutan menghampiri saya
(baru juga dateng dah dikasih masalah),
ternyata nama saya tercantum dalam form izin kategori
enggak masuk karena sakit(hari ini,Ooo tidakkkk).
Kok, bisa begitu???(tanya kenapa). Sempat saya tanyakan
tapi yah saya terima sajalah walaupun dengan hati kurang berkenan,
kalau saya dibilang hari ini g masuk. Sebenarnya memang hari ini
saya berniat untuk tidak masuk karena badan pegal(gara2 main futsal)
n kurang enak badan(gara2 kecapean),
tapi hari ini saya berniat presentasi BP4
karena nilainya untuk Ujian Akhir Semester(kapan lagi Ujian Akhir Semster dapet 100).

Balik lagi ke masalah, ternyata tidak berhenti sampai itu saja,
karena sudah terlanjur tertulis di form izin ”hari ini budi susilo sakit”,
alhasil kedatangan saya pun bisa dibilang tidak mempengaruhi
kuantitas asistensi saya(sedih hatiku mendengarnya)
padahal saya masih ada jaga malam. ”Hmm, kenapa ya??”
Yah mereka sih beranggapan bahwa alasan saya kurang tepat
karena kalau sakit yah sakit, jangan masuk! Bener juga sih,
walaupun pada kenyataannya saya sakit hanya setengah hari,
siangnya saya merasa kurang enak badan saja (sama aja yah,, hikss)
tapi saya masih memiliki sisa-sisa kekuatan untuk datang ke Lab
setidaknya untuk setor muka dan berbagi senyuman (heee,mumpung masih gratis).
Bisa dibilang hari itu saya tidak dihitung secara kuantitas
dalam asistensi(ngerti kan kenapa?), tapi disisi lain
saya merasa kedatangan saya pada hari itu tidaklah sia-sia
justru dari situ saya mendapat pelajaran berharga bahwa ternyata
”Seburuk apapun kita dan kondisi yang kita alami,jika kita memberikan
yang terbaik maka kita pun akan mendapatkan kebaikan”.