Cerita2May 30, 2007 5:34 pm

Senin Pagi, hari itu badan saya terasa sangat pegal-pegal sekali.
Jangankan untuk Bangun mandi,untuk membuka matapun terasa sulit,
padahal saya sempat salat shubuh berjamaah
di masjid tempat biasa saya shalat,tapi entah berapa lama
setelah itu saya pun kembali ke tempat tidur
karena mata saya terasa tidak kuat lagi untuk bangun,
alhasil saya pun bangun kesiangan, padahal hari itu adalah hari senin,
hari dimana jadwal asistensi saya dilab cukup padat,
tapi yah bagaimana lagi dari pada dipaksakan,
dengan kondisi badan yang bisa dibilang tidak fit
akhirnya saya menghubungi teman dilab untuk memberitahukan kabar
bahwa saya tidak bisa ke lab pagi ini(bukan hari ini).

Hmm, entah salah informasi atau saya yang salah ketik,
ternyata ketika siang hari saya ke lab,
padahal masih pegel+pusing,
yah demi lab apa sih yang enggak(enggak gitu juga sih,
emang lagi mood z).
Sesampainya disana, sebuah kejutan menghampiri saya
(baru juga dateng dah dikasih masalah),
ternyata nama saya tercantum dalam form izin kategori
enggak masuk karena sakit(hari ini,Ooo tidakkkk).
Kok, bisa begitu???(tanya kenapa). Sempat saya tanyakan
tapi yah saya terima sajalah walaupun dengan hati kurang berkenan,
kalau saya dibilang hari ini g masuk. Sebenarnya memang hari ini
saya berniat untuk tidak masuk karena badan pegal(gara2 main futsal)
n kurang enak badan(gara2 kecapean),
tapi hari ini saya berniat presentasi BP4
karena nilainya untuk Ujian Akhir Semester(kapan lagi Ujian Akhir Semster dapet 100).

Balik lagi ke masalah, ternyata tidak berhenti sampai itu saja,
karena sudah terlanjur tertulis di form izin ”hari ini budi susilo sakit”,
alhasil kedatangan saya pun bisa dibilang tidak mempengaruhi
kuantitas asistensi saya(sedih hatiku mendengarnya)
padahal saya masih ada jaga malam. ”Hmm, kenapa ya??”
Yah mereka sih beranggapan bahwa alasan saya kurang tepat
karena kalau sakit yah sakit, jangan masuk! Bener juga sih,
walaupun pada kenyataannya saya sakit hanya setengah hari,
siangnya saya merasa kurang enak badan saja (sama aja yah,, hikss)
tapi saya masih memiliki sisa-sisa kekuatan untuk datang ke Lab
setidaknya untuk setor muka dan berbagi senyuman (heee,mumpung masih gratis).
Bisa dibilang hari itu saya tidak dihitung secara kuantitas
dalam asistensi(ngerti kan kenapa?), tapi disisi lain
saya merasa kedatangan saya pada hari itu tidaklah sia-sia
justru dari situ saya mendapat pelajaran berharga bahwa ternyata
”Seburuk apapun kita dan kondisi yang kita alami,jika kita memberikan
yang terbaik maka kita pun akan mendapatkan kebaikan”.




Cerita2December 24, 2006 8:12 am

Ternyata benar kata orang kalau hidup ini penuh dengan kejutan dan penuh dengan kesuksesan
seandainya kita mau bekerja keras dan selau berpikir positif. Mungkin itulah yang sekarang
ini gw alami dan gw hadapi.
8 Mei 2006,
akhirnya gw diangkat menjadi seorang assisten setelah selama 5-6 bulan gw dilatih dan diuji
menjadi calon assisten. Berat memang ujian kali ini,karena benar2 waktu yang seharusnya gw
gunakan untuk orang2 terdekat dalam hidup gw akhirnya tersita untuk sebuah lab dan untuk
kepentingan mahasiswa semaat. Dan Selama itu pula gw benar2 merasakan seperti dipenjara
karena memang masa2 menjadi calas adalah masa2 yang sangat melelahkan,membosankan dan apapun
yang kita lakukan seolah-olah salah pokoknya kalau niat kita g bulat dan g bisa menjaga
sikap dan juga IP g bakalan menjadi assisten.
Ya,itulah sedikit penderitaan yang terjadi dalam beberapa kurun waktu belakangan ini dalam
hidup gw. Tapi dibalik penderitaan itu gw melihat ada sinar terang yang Berdiri dihadapan
gw. Terus terang gw bersyukur kepada allah dan berterima kasih banget sama ortu,Nova dan
teman2 yang udah setia bertempur bersama gw selama 5-6bulan. Mungkin ini adalah awal bagi
hidup gw untuk menjadi apa yang diharapkan oleh orangtua gw. Karena gw merasa selama ini gw
udah banyak banget menyusahkan orang tua gw dan belum memberikan sesuatu yang berarti bwt
mereka.
Mungkin inilah saatnya.
Satu hal lagi yang bisa diambil hikamah bahwa hidup ini terasa keras seandainya kita lemah
terhadap diri sendiri. dan Belajarlah membuat Impian dan Cita-cita karena segala sesuatu
dimulai dengan mimpi.
serta yakinlah bahwa:
Kita hidup hanya sekali. Maka dari itu lakukanlah yang terbaik dalam hidup ini.
—————————————————————————————————————————————————————————
1).selama kita masih bisa memberi,berikanlah yang terbaik sebisa kita
2).Selama kita masih bisa tersenyum,tersenyumlah kepada orang2 terbaik dalam hidup kita
3).Selama kita masih bisa memaafkan,maafkanlah semua orang yang pernah menyakiti kita
4).Selama kita masih bisa bernafas,Wujudkanlah impian2 kita dan lakukan yang terbaik
—————————————————————————————————————————————————————————
Penyesalan tidak akan menghampiri orang2 yang selalu memberikan yang terbaik dalam hidupnya
untuk allah,kemudian orangtua,dirisendiri,Orang yang dicintainya,dan semua orang yang
dikenalnya.
Sebuah kata yang kita tulis dihari ini akan terasa indah ketika kita membacanya di suatu hari nanti